Namun, seorang anggota dewan perempuan meyakini, pelaku melakukan peretasan sehingga bisa muncul tanpa diundang ke rapat penting itu.
"Saya agak khawatir sepertinya saya telah diretas dan pesan terus dibuat atas nama saya," katanya saat rapat.
Sampai saat ini, identitas pria itu belum diketahui. Anggota dewan juga belum menyampaikan pernyataan terkait apakah dia dapat menghadapi tuntutan pidana atas aksinya yang dinilai sebagai serangan cyber.
Belakangan, pria itu diduga kuat seorang eksibisionis yang dengan sengaja masuk ke dalam diskusi anggota Dewan untuk bersenang-senang.