Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza

Anton Suhartono
Zohran Mamdani blakan menyebut Amerika Serikat ikut bertanggung jawab atas kehancuran dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza (Foto: AP)

Wali kota Muslim pertama New York itu menuduh Netanyahu bertanggung jawab atas kematian lebih dari 73.000 warga Gaza, serangan terhadap rumah sakit, serta pemblokadean bantuan makanan dan kemanusiaan sehingga tidak sampai kepada warga di wilayah kantong tersebut.

Mamdani juga mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump menindaklanjuti surat perintah penangkapan yang diterbitkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu apabila pemimpin Israel itu memasuki wilayah Amerika Serikat.

Menurut dia, ICC memiliki alasan kuat menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 2024. Selain Netanyahu, mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant juga dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Siapa pun yang memiliki mata, hati, dan nurani, harus mengakui kehancuran yang telah dia timbulkan serta memahami bahwa dia pantas disidang di pengadilan," katanya.

Mamdani mengakui Pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan hukum untuk menegakkan surat perintah tersebut. Namun, pemerintah federal AS dinilainya memiliki otoritas untuk melaksanakan keputusan ICC.

"Namun, pemerintah federal memilikinya, dan saya menyerukan mereka untuk bergabung dengan ICC, melaksanakan surat perintah ini. Saya ingin menegaskan kembali: Benjamin Netanyahu tidak diterima di Kota New York, begitu pula penjahat perang lain yang masih bebas," tegasnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Komentari Pemilu Israel, Warga Gaza: Siapa pun yang Menang Tak Pengaruh

10 jam lalu

Kabur ke AS Setelah Kalah Pilpres, Flavio Bolsonaro Deklarasi Pemimpin Brasil yang Baru

12 jam lalu

Kalah dari Lula da Silva, Capres Brasil Flavio Bolsonaro Kabur ke AS untuk Hindari Kasus Korupsi?

13 jam lalu

Iran Peringatkan AS: Pusat Data hingga AI Akan Dihancurkan jika Perang Berlanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal