Blogger Pengkritik Putin Dipukuli sampai Berlumuran Darah

Arif Budiwinarto
Blogger pengkritik Vladimir Putin, Yegor Zhukov. (foto: Aljazeera)

Protes massal tersebut didorong oleh kebijakan pemerintah melarang kandidat independen dan opsisi ikut serta dalam pemilihan lokal.

Setelah peristiwa itu, Zhukov menyebut dirinya mendapat perlakukan intimidasi dari pemerintah. Sebelumnya, dia mengatakan telah dikeluarkan dari program master di Sekolah Tinggi Ekonomi bergengsi di Moskow, tak lama setelah mendaftar.

Dia mengatakan seorang admistrator universitas mengatakan kepadanya bahwa keputusan itu diambil "berdasarkan perintah dari atas".

Penganiayaan yang dialami oleh Zhukov memperpanjang catatan intimidasi yang dialami opsisi Rusia terkait kritik terhadap perubahan konstitusi yang memungkinkan Putin untuk memperpanjang kekuasaanya.

Pekan lalu, Alexey Navalny seorang pengkritik Putin terpaksa mendapat perawatan intensif di Jerman karena diduga diracun dalam penerbangan. Pendukung Navalny menuding Putin bertanggung jawab atas insiden itu.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
1 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
1 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal