Bos Intelijen AS: China Ancaman Terbesar bagi Dunia, Dominasi Militer dan Teknologi

Anton Suhartono
John Ratcliffe (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat John Ratcliffe menyebut China sebagai ancaman terbesar bagi demokrasi dan kebebasan di seluruh dunia sejak Perang Dunia II.

Dia menegaskan China berupaya mendominasi dunia dalam berbagai bidang, termasuk militer

"Intelijen jelas, Beijing bermaksud mendominasi AS dan seluruh planet secara ekonomi, militer, dan teknologi," kata Ratcliffe, dalam tulisnnya untuk Wall Street Journal (WSJ), seperti dilaporkan kembali Reuters, Jumat (4/12/2020).

Mantan anggota Kongres dari Partai Republik itu menambahkan, China juga menjadi ancaman terbesar bagi demokrasi dan kebebasan di seluruh dunia.

Oleh karena itu, lanjut dia, intelijen AS mengalihkan sumber anggaran federal tahunan yakni sebesar 85 miliar dolar AS untuk meningkatkan fokus pada China.

Pendekatan spionase China ada tiga, yakni mencuri, meniru, dan mengganti. Entitas China mencuri kekayaan intelektual perusahaan AS, meniru, kemudian menggantikan peran perusahaan tersebut di pasar global.

Ratcliffe juga menyinggung laporan badan intelijen AS bahwa perwakilan China berusaha mencampuri politik dalam negeri AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
9 jam lalu

Purbaya Siapkan Penerbitan Panda Bond Bulan Depan, Perkuat Pembiayaan hingga Stabilitas Rupiah

Nasional
10 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Perkasa, Sentuh Rp17.387 per Dolar AS

Internasional
12 jam lalu

Iran Surati FIFA Minta Jaminan Tak Singgung Garda Revolusi saat Piala Dunia

Nasional
13 jam lalu

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, RI Siap Terbitkan Panda Bond di China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal