Brutal, Pasukan Junta Militer Myanmar Bombardir dan Tembaki Sekolah Tewaskan 11 Siswa

Anton Suhartono
Pasukan junta militer Myanmar melakukan serangan udara dan menembaki sekolah di Sagaing menewaskan setidaknya 11 siswa (Foto: Reuters)

YANGON, iNews.id - Sedikitnya 11 siswa sekolah tewas akibat serangan udara dan penembakan di sebuah desa Myanmar. Serangan itu dilakukan pasukan junta militer Myanmar dengan dalih mencari pemberontak yang bersembunyi.

Badan PBB UNICEF mengecam serangan yang terjadi pada Jumat pekan lalu itu. Disebutkan serangan terjadi Jumat di Kota Depeyin, Sagaing. Wilayah Sagaing merupakan medan pertempuran paling sengit antara pasukan junta dengan pemberontak serta milisi anti-kudeta Aung San Suu Kyi.

"Pada 16 September, setidaknya 11 anak tewas dalam serangan udara dan penembakan membabi buta di wilayah sipil," bunyi pernyataan UNICEF pada Senin kemarin, dikutip dari AFP.

Sekolah, lanjut UNICEF, seharusnya menjadi tempat yang aman dan tidak menjadi target serangan.

"Setidaknya 15 anak dari sekolah yang sama masih hilang," kata UNICEF, seraya menyerukan para penculik untuk membebaskan mereka.

Rekaman video yang diambil warga setempat menunjukkan ruang kelas dengan lantai penuh darah. Selain itu bagian atap kelas rusak dan tampak seorang perempuan menangisi jenazah putranya.

Sementara itu pemerintah junta membenarkan telah mengerahkan pasukan dengan helikopter ke desa itu. Alasannya mereka mendapat petunjuk para pemberontak dari Tentara Kemerdekaan Kachin serta milisi anti-kudeta memindahkan senjata di daerah itu. Militer juga menuduh pemberontak menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup dan mengklaim telah menyita ranjau dan bahan peledak di sana.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

Nasional
2 hari lalu

Pemerintah Kebut Pembangunan 104 Sekolah Rakyat, Targetkan Tampung 112 Ribu Siswa

Nasional
27 hari lalu

MNC Peduli Dorong SDN Cibilik Menuju Sekolah Adiwiyata Lewat Budaya Ramah Lingkungan

Nasional
31 hari lalu

Oknum Brimob Aniaya Remaja hingga Tewas di Tual, KPAI: Jangan Ada Intimidasi kepada Keluarga Korban

Megapolitan
1 bulan lalu

Siswa di Jakarta Pulang Lebih Awal selama Ramadan, Maksimal Pukul 14.00 WIB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal