China Akan Kuasai Filipina Terlebih Dulu Jika Perang dengan AS Pecah di Pasifik

Arif Budiwinarto
Foto dua kapal penjelajah berpeluru kendali milik Angkatan Laut AS di Laut China Selatan pada bulan April. AS memiliki perjanjian pertahanan dengan Filipina yang mengikat kedua negara untuk saling membantu jika salah satu diserang. (foto: SCMP)

Dalam pemaparannya, Bautista menyebut sejumlah "jalur perang" di wilayah Filipina dengan nama Bashi Channel yang mencakup wilayah perairan di sebelah Pulau Batanes dan Babuyan dekat Taiwan, Selat Mindoro, Cebu, Balabac, San Bernardino dan Surigao.

"Jika Anda ingin mengontrol Laut China Selatan, Anda perlu menguasi titik-titik penghambat ini," ujarnya.

China berulang kali mengatakan tidak akan memulai perang di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS, akan tetapi Bautista menilai Beijing semakin agresif di laut yang disengketakan serta perbatasan dengan India.

China memiliki klaim yang tumpang tindih atas Laut China Selatan dengan empat negara Asia Tenggara, termasuk Filipina. Mereka juga memiliki perselisihan lama dengan Jepang atas Kepulauan Senkaku/Diaoyu.

"Sengketa wilayah di Indo-Pasifik adalah titik awal yang dapat memicu konfrontasi AS dan China," ujarnya.

Rebut Filipina, lalu bertempur di Pasifik

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Buntut Perang Timur Tengah, Filipina Terapkan Kerja 4 Hari Seminggu demi Hemat Energi

Internasional
13 jam lalu

30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA

Internasional
19 jam lalu

Negara-Negara Teluk Marah ke AS usai Wilayahnya Digempur Drone Iran Tanpa Peringatan

Internasional
21 jam lalu

Baru 100 Jam Serang Iran, Biaya Perang AS sudah Tembus Rp60 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news