China Akan Kuasai Filipina Terlebih Dulu Jika Perang dengan AS Pecah di Pasifik

Arif Budiwinarto
Foto dua kapal penjelajah berpeluru kendali milik Angkatan Laut AS di Laut China Selatan pada bulan April. AS memiliki perjanjian pertahanan dengan Filipina yang mengikat kedua negara untuk saling membantu jika salah satu diserang. (foto: SCMP)

Meskipun Amerika Serikat memiliki pangkalan di Filipina, Jenderal Bautista meyakini jika perang pecah, China akan menargetkan Filipina untuk direbut sebagai melemahkan kekuatan militer AS di Pasifik.

"Dengan asumsi, dua negara lepas kendali dan memicu perang, saling serang, China akan merebut Filipina," lanjutnya.

Jenderal Bautista pernah berdinas militer selama lebih dari 30 tahun, dia pernah menjabat posisi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina dari 2013-2014.

Dia juga mantan Direktur Eksekutif Gugus Tugas Nasional di Laut Filipina Barat--yang dibentuk pada 2016 oleh pemerintah untuk mengoordinasikan upaya semua lembaga pemerintah mempromosikan kepentingan negara maritim.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Buntut Perang Timur Tengah, Filipina Terapkan Kerja 4 Hari Seminggu demi Hemat Energi

Internasional
13 jam lalu

30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA

Internasional
19 jam lalu

Negara-Negara Teluk Marah ke AS usai Wilayahnya Digempur Drone Iran Tanpa Peringatan

Internasional
21 jam lalu

Baru 100 Jam Serang Iran, Biaya Perang AS sudah Tembus Rp60 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal