China Bisa Saja Perpanjang Kebebasan di Hong Kong Setelah 2047, tapi

Anton Suhartono
Carrie Lam (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menegaskan China akan berkomitmen pada janjinya untuk memberikan kebebasan, terpisah dengan sistem yang dipraktikkan di daratan, sampai 2047.

Waktu tersebut merujuk pada janji China kepada Inggris sebelum penyerahan pada 1997 bahwa Hong Kong akan diberi kebebasan selama 50 tahun.

Lam menyebut, prinsip 'satu negara, dua sistem' akan berakhir pada 2047. Setelah itu China tak punya kewajiban untuk membiarkan Hong Kong menerapkan kebebasan terpisah, seperti penerapan sistem ekonomi kapitalis, kebebasan pers, serta politik.

Meski demikian, China masih bisa memperpanjangnya setelah 2047 jika kondisi Hong Kong kondusif.

"Pandangan saya, selama kita bersikeras pada prinsip 'satu negara, dua sistem' dengan menerapkan prinsip dan pemahaman luas, sesuai dengan kepentingan warga negara Hong Kong, maka ada alasan yang cukup untuk percaya bahwa 'satu negara, dua sistem' akan dipraktikkan dalam jangka panjang, tidak akan diubah setelah 2047," kata Lam, di Dewan Legislatif, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (16/1/2020).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

China Tegaskan Dukung Palestina, Desak Israel Setop Caplok Tepi Barat

5 hari lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

5 hari lalu

Mentrans Ajak China Riset Kawasan Transmigrasi, Petakan Potensi Ekonomi

6 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal