China Haruskan Pramugari Kenakan Popok Sekali Pakai untuk Cegah Covid

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi paramugari. (Foto: nzherald)

Selain itu, CAAC juga merekomendasikan maskapai penerbangan membagi kabin pesawat menjadi area bersih, zona penyangga, area tempat duduk penumpang, dan area karantina. Setiap area itu dipisahkan oleh tirai sekali pakai. “Tiga baris terakhir harus ditetapkan sebagai area karantina darurat,” ungkap CAAC dalam pernyataan dikutip Bloomberg, Kamis (10/12/2020).

Pasar penerbangan China terpukul keras sejak awal wabah Covid di Wuhan. Akan tetapi, industri transportasi udara di negeri tirai bambu mulai berangsur pulih—setidaknya untuk penerbangan domestik—hingga mendekati level seperti masa pra-pandemi. Sementara, kawasan lain dunia seperti Eropa dan AS, masih harus berjuang keras untuk mengendalikan Covid-19.

Berbagai maskapai penerbangan berkeras bahwa perjalanan atau terbang dengan pesawat masih aman selama pandemi Covid. Ini sebagian berkat filter udara kelas rumah sakit yang disediakan di pesawat. Akan tetapi, beberapa peneliti mengatakan, masih belum ada kesimpulan terkait risiko minimal Covid yang dihadapi penumpang di pesawat.

Beberapa kasus justru mencatatkan adanya penularan pada kegiatan penerbangan ketika penumpang mengenakan masker dan duduk berjauhan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
14 jam lalu

Karhutla Ganggu 1.813 Penerbangan, Asap Meluas hingga Papua dan Maluku

24 jam lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

3 hari lalu

Asap Karhutla Ganggu 1.673 Penerbangan di Indonesia, Ratusan Jadwal Delay hingga Dibatalkan

3 hari lalu

RI Jajaki Kerja Sama Industri dengan China, Durian hingga Kakao Jadi Andalan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal