China Larang Simbol Islam di Sanya, Siswi Tak Boleh Pakai Jilbab

Anton Suhartono
SMA Islam Utsul di Sanya, Hainan, yang dibangun 9 lantai ditutup pemerintah China (Foto: The New York Times)

SANYA, iNews.id - Otoritas China melarang simbol-simbol keagamaan Islam serta membatasi aktivitas muslim di Sanya, Provinsi Hainan.

Dua sekolah Islam ditutup di wilayah yang sudah dihuni muslim sejak hampir 1.000 tahun itu. Para siswi perempuan juga dilarang mengenakan jilbab, namun aturan itu tak diindahkan.

Meski demikian azan masih diperbolehkan berkumandang dari menara-menara masjid.

Tindakan lain adalah menghapus tulisan 'Halal' pada menu restoran. Kaligrafi bertulis Allahu Akbar yang biasa ditemukan di dinding rumah-rumah maupun toko harus dicabut dan diganti dengan 'Impian China', slogan resmi pemerintah.

Utsul, komunitas di Sanya berpenduduk kurang dari 10.000 muslim, termasuk menjadi target kampanye Partai Komunis dalam melawan pengaruh serta agama asing.

Seorang tokoh agama Islam Utsul yang meminta namanya tak dipublikasikan, dikutip dari The New York Times, mengatakan, kebijakan ini bertolak belakang dengan beberapa tahun lalu. Pejabat pemerintah saat itu berkomitmen mendukung identitas Islam serta membolehkan mereka berhubungan dengan negara muslim lainnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
19 jam lalu

Kylian Mbappe Minta Maaf Sebut Mao Zedong Diktator, Ini Komentar China

23 jam lalu

3 WNA Jadi Tersangka Bentrok dengan Warga di Morowali, Pengamat: Investor-Pekerja Asal China Terlalu Diistimewakan

2 hari lalu

China Boikot Kylian Mbappe gegara Candaan Sebut Mao Zedong Diktator

5 hari lalu

Kekeringan dan Karhutla Melanda, Kemenag Terbitkan Edaran Ajak Umat Salat Istisqa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal