China Larang Simbol Islam di Sanya, Siswi Tak Boleh Pakai Jilbab

Anton Suhartono
SMA Islam Utsul di Sanya, Hainan, yang dibangun 9 lantai ditutup pemerintah China (Foto: The New York Times)

Partai Komunis berdalih pembatasan terhadap simbol-simbol Islam serta komunitas muslim bertujuan mengekang ekstremisme. 

Alasan serupa digunakan pemerintah China untuk melakukan kekerasan terhadap muslim Uighur di Xinjiang.

Ma Haiyun, asisten profesor di Frostburg State University, Maryland, Amerika Serikat, yang mempelajari Islam di China, mengatakan, pengetatan di Utsul mengungkapkan wajah asli komunis China terhadap komunitas lokal.

"Ini tentang mencoba memperkuat kontrol negara. Ini murni anti-Islam," kata Ma.

Pemerintah China berulang kali tindakan mereka menentang Islam. Namun di bawah kendali Xi Jinping, Partai Komunis semakin keras melarang akivitas dan simbol Islam.

Tindakan keras Komunis sangat kentara terhadap etnis Uighur, banyak dari mereka ditahan di kamp-kamp dan dipaksa melakukan aktivitas yang bertentangan dengan syariat agama, seperti dipaksa mengonsumsi daging babi, dilarang salat, puasa, dan sebagainya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Menag Minta Alumni Perguruan Tinggi Islam Jadi Cendekiawan yang Berkontribusi Nyata

4 hari lalu

Kebakaran Pabrik Sepatu China Tewaskan 28 Pekerja, Presiden Xi Jinping Murka

4 hari lalu

Ngeri! Kebakaran Pabrik Sepatu, Puluhan Pekerja Tewas

4 hari lalu

Produk Plastik Murah China Banjiri Indonesia, Industri Mulai Kurangi Jam Operasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal