China Minta Ribuan Restoran Muslim di Beijing Copot Logo Bertulisan Arab

Nathania Riris Michico
Aksara Arab pada papan nama di sebuah toko makanan halal di kawasan Niujie, Beijing, tampak ditutupi kain. (Foto: Reuters)

Seperti pemilik dan karyawan restoran yang berbicara kepada Reuters, manajer itu menolak namanya dipublikasikan karena isu sensitif.

Kampanye anti-aksara Arab dan gambar-gambar Islam di China menandai langkah terbaru dari kampanye yang digencarkan pemerintah China untuk mengurangi dampak agama lain di negara itu. Kampanye itu bertujuan memastikan agar agama-agama yang ada di China menyesuaikan dengan budaya China.

Kampanye itu termasuk mengganti kubah gaya Timur Tengah di banyak masjid-masjid dengan bentuk pagoda gaya China.

Ada sekitar 20 juta umat Muslim di Negeri Tirai Bambu itu. Kendati China secara resmi mengakui kebebasan beragama, tapi pemerintah ingin agar keyakinan sejalan dengan ideologi Partai Komunis.

Bahkan banyak umat Muslim yang berada di bawah pengawasan ketat. Banyak gereja-gereja bawah tanah ditutup oleh otoritas China, dan salib-salib di gereja-gereja dirobohkan karena dianggap ilegal oleh pemerintah.​

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Destinasi
2 jam lalu

Alasan Penduduk China Tak Mau Melahirkan, Biaya Hidup Anak Tembus Rp 1,2 Miliar

Internasional
4 jam lalu

Krisis Kelahiran, China Naikkan Pajak Kondom demi Jaga Populasi

Internasional
2 hari lalu

China Klaim Latihan Perang Kepung Taiwan Sukses, Gagalkan Upaya Separatisme

Internasional
3 hari lalu

Trump Yakin Xi Jinping Tak Akan Serang Taiwan di Tengah Latihan Perang China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal