China Peringatkan Trump soal Ancaman Tarif 100%: Bukan Begitu Cara Jalin Hubungan

Anton Suhartono
China merespons tegas ancaman terbaru Amerika Serikat yang berencana menaikkan tarif impor hingga 100 persen mulai 1 November (Foto: AP)

Menurut Kementerian Perdagangan China, kebijakan tersebut bertujuan menjaga keamanan nasional dan kepentingan strategis, bukan sebagai langkah balasan terhadap negara tertentu.

“Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan ekspor teknologi yang terkait logam tanah jarang secara bijaksana dan moderat,” bunyi pernyataan.

China juga menegaskan akan tetap berpegang pada prinsip adil dan wajar, serta terus berupaya menjaga stabilitas rantai pasok global meski tekanan dari Washington terus meningkat.

Ancaman tarif baru dari AS menandai babak baru dalam ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Selama dua tahun terakhir, hubungan Beijing-Washington kerap diwarnai aksi saling balas kebijakan, terutama di sektor teknologi dan sumber daya strategis.

Meski demikian, China menyatakan masih membuka pintu dialog.

“Hubungan ekonomi seharusnya dibangun atas dasar saling menghormati dan keuntungan bersama, bukan melalui tekanan sepihak,” kata Kementerian Perdagangan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Temui Menkeu China, Matangkan Penerbitan Utang Panda Bond

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?

57 tahun lalu

Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai

57 tahun lalu

AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal