China Peringatkan Trump soal Ancaman Tarif 100%: Bukan Begitu Cara Jalin Hubungan

Anton Suhartono
China merespons tegas ancaman terbaru Amerika Serikat yang berencana menaikkan tarif impor hingga 100 persen mulai 1 November (Foto: AP)

BEIJING, iNews.id - Pemerintah China menanggapi dengan nada tegas ancaman terbaru Amerika Serikat (AS) yang berencana menaikkan tarif impor hingga 100 persen terhadap barang-barang dari Negeri Tirai Bambu. Beijing menilai langkah itu bukanlah cara yang tepat untuk menjalin hubungan yang sehat antara dua negara besar.

Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan, ancaman Presiden AS Donald Trump tersebut menunjukkan sikap konfrontatif yang justru akan memperkeruh hubungan dagang kedua negara.

“Ancaman tarif tinggi bukanlah cara yang tepat untuk membangun hubungan dengan China,” ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (13/10/2025).

Menurut dia, posisi China tetap konsisten, tidak ingin mencari pertikaian, namun tidak akan mundur jika harus menghadapi tekanan ekonomi dari AS.

“Kami tidak menginginkannya, tapi kami juga tidak takut,” ujarnya.

China Tegaskan Langkahnya demi Keamanan Nasional

Beijing sebelumnya mengumumkan pembatasan ekspor logam tanah jarang pada Kamis (9/10/2025). Kebijakan ini mencakup pengendalian ketat terhadap teknologi pemrosesan, manufaktur, dan kerja sama dengan perusahaan asing.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Turis Malaysia Hina Warga China Bau Badan, Netizen Murka!

57 tahun lalu

Purbaya Temui Menkeu China, Matangkan Penerbitan Utang Panda Bond

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?

57 tahun lalu

Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal