China Rekrut PNS dari Warga Hong Kong dan Makau, Pertama dalam Sejarah

Antara
Ahmad Islamy Jamil
Kota Shenzhen di China. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id –  Pemerintah China merekrut pegawai negeri sipil (PNS) dari kalangan warga Hong Kong dan Makau. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah otoritas negeri tirai bambu mengambil kebijakan semacam itu.

Media China melaporkan, Senin (14/12/2020), ada 446 orang dari Hong Kong dan Makau yang bersaing ketat untuk mendapatkan posisi eksklusif di Pemerintahan Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong. Tes penerimaan calon PNS di kota yang menjadi pusat teknologi informasi di wilayah selatan China itu digelar pada Sabtu (12/12/2020) dan Minggu (13/12/2020) lalu.

Kelima posisi strategis yang diperebutkan oleh para pelamar adalah tenaga administrasi, keuangan, perencanaan kota, pengaturan profesional asing, dan supervisor medis. Pelamar yang lulus tes itu akan menjadi garda terdepan pembangunan kawasan terpadu Guangdong-Hong Kong-Makau dan menjalankan kerja sama pembangunan di antara ketiga wilayah itu.

Selain itu, ada satu lagi posisi yang sangat menarik minat 244 pelamar, yakni staf di Kecamatan Fubao, Distrik Futian, Kota Shenzhen—yang wilayahnya sangat dekat dengan Hong Kong.

Sebelumnya, China mengumumkan rencana untuk memberikan otonomi lebih banyak kepada Kota Shenzhen. Langkah tersebut sebagai upaya Beijing untuk meningkatkan profil kawasan itu sebagai pusat teknologi dan keuangan di tengah ketegangan dengan AS.

Shenzhen adalah rumah bagi beberapa raksasa teknologi terkemuka China, termasuk Huawei Technologies dan Tencent Holdings. Kota itu juga menjadi bagian penting dari rencana Beijing untuk mendorong integrasi ekonomi dengan Hong Kong dan Makau ke dalam desain “Greater Bay Area”. Pada gilirannya, kawasan itu akhirnya bisa menyaingi Tokyo Bay di Jepang atau Silicon Valley di AS.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 hari lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

3 hari lalu

Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

3 hari lalu

Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah

3 hari lalu

Video Viral Turis Australia Siram WNA China gegara Buang Sampah Sembarangan di Pulau Padar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal