Sejumlah banner NATO terpampang di markas pakta pertahanan tersebut di Brussels, Belgia. (Foto: Reuters)
Antara

BEIJING, iNews.id – Pejabat China memperingatkan bahwa strategi AS dan sekutunya di Indo-Pasifik berpotensi menimbulkan bahaya yang sama dengan ekspansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ke Eropa Timur. Ekspansi NATO ke kawasan itu dinilai telah memicu konflik Rusia dan Ukraina.

Wakil Menteri Luar Negeri China, Le Yucheng mengatakan, sejumlah negara kini menentang terbentuknya strategi Indo-Pasifik yang diinisiasi Barat. Menurut dia, rencana tersebut dapat memprovokasi kekacauan, membangun kelompok kecil yang tertutup dan eksklusif, serta mengarahkan kawasan Asia Pasifik menjadi terpecah dan terbagi berdasarkan blok-blok.

Yucheng menyampaikan pandangannya itu saat berbicara dalam Forum Internasional untuk Keamanan dan Strategi yang digelar oleh Tsinghua University, Beijing, Sabtu (19/3/2022). Jika terbentuk, kata dia, strategi Indo-Pasidifik bakal menimbulkan konsekuensi yang tidak bisa dibayangkan dan mendorong kawasan Asia Pasifik ke tubir jurang.

“Strategi Indo-Pasifik sama berbahayanya dengan strategi NATO yang sedang berusaha melakukan ekspansi ke wilayah timur Eropa,” katanya seperti dikutip media-media China.

Dia menganggap krisis Ukraina pun berakar dari mentalitas Perang Dingin dan politik kekuasaan yang dikembangkan Barat. Yucheng pun mendesak Amerika Serikat untuk mengimplementasikan pernyataan positif dari Presiden Joe Biden saat melakukan pembicaraa dengan Presiden China Xi Jinping pada Jumat (18/3/2022) malam waktu Beijing.

Dalam percakapan jarak jauh itu, Xi mendorong AS dan NATO menjalin komunikasi dengan Rusia untuk mengatasi krisis di Ukraina. Xi juga menentang sanksi terhadap Rusia yang dianggapnya diskriminatif.

“Sikap China sendiri sudah jelas terhadap Ukraina dan pesan utamanya adalah bahwa China selalu mendorong perdamaian dunia," kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

AS dan Barat sangat kecewa dengan sikap China yang tidak segera meminta Rusia untuk mengakhiri serangan militer terhadap Ukraina. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China dianggap tidak secara tegas mendukung atau menentang konflik Rusia-Ukraina.

Namun, China menentang sanksi sejumlah negara terhadap Rusia sebagai konsekuensi dari operasi militernya di Ukraina. Bahkan, hubungan dagang dan ekonomi China dengan Rusia, juga Ukraina, berlangsung normal hingga saat ini.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT