China Takut Bakal Ada Revolusi di Hong Kong

Ahmad Islamy Jamil
Demonstrasi besar-besaran oleh massa prodemokrasi di Hong Kong, Juni tahun lalu. (Foto: AFP)

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin (13/7/2020) malam, Kantor Penghubung Pemerintah China menyebut konvensi atau pemilihan pendahuluan oleh kelompok oposisi sebagai “provokasi serius terhadap sistem pemilu” di Hong Kong saat ini. Kantor itu pun menunjuk hidung Benny Tai, salah satu aktivis prodemokrasi terkemuka di Hong Kong, sebagai dalang dari provokasi tersebut.

“Tujuan geng Benny Tai dan kubu oposisi adalah merebut kekuasaan untuk memerintah Hong Kong, dengan upaya sia-sia untuk meluncurkan ‘revolusi warna’ versi Hong Kong,” ungkap Kantor Penghubung Pemerintah China, dikutip AFP, Rabu (15/7/2020).

Revolusi warna adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gerakan protes populer di seluruh dunia, dengan tujuan menggulingkan pemerintahan. Ironisnya, negara China yang ada sekarang—dengan nama resmi Republik Rakyat China (RRC)—sejatinya adalah negara yang dibangun dengan kekuatan revolusi.

Benny Tai yang juga seorang profesor hukum, sebelumnya telah dipenjara karena keterlibatannya dalam protes damai prodemokrasi pada 2014. Pada Selasa (14/7/2020) kemarin, surat kabar Apple Daily menerbitkan tulisan kolom Tai yang berisi pujian terhadap pemilihan pendahuluan oleh partai prodemokrasi.

“Ancaman dari yang kuat (maksudnya ancaman dari Beijing—red) tidak menghalangi puluhan ribu warga untuk keluar dan memberikan suara (kepada oposisi),” tulisnya.

“Mereka tidak menyerah pada tekad mereka untuk mengejar demokrasi dan hak pilih yang universal.”

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Banjir Nepal-China: Korban Hilang Melonjak Drastis Jadi 4.700 Orang, Hampir 1.000 Tewas

1 hari lalu

Kisah Banjir Nepal Hanyutkan Brankas Bank, Warga Curi Uang Miliaran Rupiah

2 hari lalu

261 Warga Asing dari 23 Negara Hilang di China akibat Banjir Dahsyat, Ini Daftarnya

2 hari lalu

Jumlah Korban Tewas Banjir Nepal-China Nyaris 700 Orang, Baru 20 Jenazah Teridentifikasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal