China Teken Pakta Keamanan dengan Kepulauan Solomon, AS dan Australia Kegerahan

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi relasi China dan Amerika Serikat. (Foto: Reuters)

Adapun Canberra khawatir bahwa pakta China-Solomon itu bisa menjadi langkah menuju kehadiran militer Beijing kurang dari 2.000 km dari pantai Australia. Menlu Australia, Marise Payne mengatakan, negaranya sangat kecewa dan terus mencari tahu tentang klausul perjanjian antara China dan Solomon.

“(Pakta) itu memiliki potensi untuk merusak stabilitas di kawasan kami,” katanya.

Lembaga penyiaran nasional Australia, ABC melaporkan, Sogavare berencana untuk membuat pengumuman terkait isu tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Pejabat Kepulauan Solomon sebelumnya telah menandatangani pakta keamanan dengan Kedutaan Besar China yang akan memungkinkan polisi China untuk melindungi infrastruktur dan ketertiban sosial. Akan tetapi para menteri Solomon belum menandatanganinya.

Pekan lalu, Menteri Australia untuk Pembangunan Internasional dan Pasifik, Zed Seselja, mengunjungi Honiara untuk meminta Sogavare agar tidak menandatangani perjanjian dengan Beijing itu.

Sebuah memo yang bocor muncul di media sosial pekan lalu yang menunjukkan bahwa Beijing telah mengatakan kepada Kepulauan Solomon pada Desember bahwa mereka ingin mengirim tim yang terdiri atas 10 polisi Chinauntuk melindungi staf kedutaan dari kerusuhan di Honiara. Para polisi itu dilengkapi dengan senjata, termasuk senapan sniper dan senapan mesin serta perangkat lainnya.

Rancangan pakta keamanan yang bocor secara terpisah mengungkapkan bahwa polisi China juga mendapat wewenang untuk melindungi perusahaan dan infrastruktur di Solomon. Selain itu, disebutkan pula bahwa kapal Angkatan Laut China dapat melakukan pengisian bahan bakar di Honiara.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 menit lalu

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Rupiah Hari Ini Ditutup Turun ke Rp18.009 per Dolar AS

2 hari lalu

Iran Ngadu ke Rusia: AS Ingkar Janji dan Jahat!

2 hari lalu

Trump Ingin Ngerem Perang Iran Jelang Pemilu Paruh Waktu AS

2 hari lalu

Trump Murka Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa: Perampok!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal