Covid Varian Delta Mengganas di Inggris, PM Boris Johnson Tunda Cabut Pembatasan

Anton Suhartono
Boris Johnson (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id - Virus corona varian Delta meneror banyak negara, tak terkecuali Inggris yang baru saja membaik dari lonjakan varian lokal, Alpha.

Studi yang dilakukan Imperial College London menyebutkan, cepatnya penularan Covid-19 varian Delta, pertama kali ditemukan di India, mendorong peningkatan kasus infeksi di Inggris sebesar 50 persen sejak Mei.

Lonjakan kasus ini memaksa Perdana Menteri Boris Johnson menunda pencabutan pembatasan pandemi Covid-19 atau memperpanjang hingga 19 Juli.

Survei putaran terakhir prevalensi REACT-1 yang dilakukan antara 20 Mei hingga 7 Juni menunjukkan tingkat prevalensi 0,15 persen dibandingkan dengan 0,1 persen berasarkan data terakhir periode April hingga awal Mei.

"Prevalensi meningkat secara eksponensial, didorong oleh usia lebih muda dan tampaknya naik berlipat ganda setiap 11 hari. Jelas, ini merupakan berita buruk," kata Steven Riley, profesor penyakit menular Imperial College London, dikutip dari Reuters, Kamis (17/6/2021).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Wamen Pariwisata: Prambanan Siap Jadi Magnet Wisatawan Hindu Mancanegara

5 hari lalu

Usai Dikunjungi Narendra Modi, InJourney Optimistis Candi Prambanan Makin Dilirik Turis India

5 hari lalu

Candi Prambanan Jadi Saksi Persahabatan Indonesia-India, Jejak Peradaban 1.000 Tahun

6 hari lalu

Kabar Duka, Penyanyi Party Rock Anthem Lauren Bennett Meninggal Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal