TEHERAN, iNews.id - Pemerintah Iran memutus akses internet dan panggilan telepon internasional pada Kamis (8/1/2026) malam waktu setempat. Tindakan itu dilakukan seiring demonstrasi yang memanas di berbagai wilayah.
Berdasarkan laporan NetBlocks, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (9/1/2026), pemadaman internet terjadi setelah serangkaian tindakan sensor digital menargetkan protes di seantero Iran yang menghambat hak masyarakat untuk berkomunikasi saat kondisi kritis.
Para pengunjuk rasa turun ke jalan di berbagai kota di Iran sejak akhir Desember 2025. Mereka memprotes melonjaknya biaya hidup dan devaluasi mata uang lokal.
Mengutip data AFP, sedikitnya 21 orang, termasuk pasukan keamanan, tewas sejak demonstrasi dimulai.
Pihak berwenang Iran memberikan pesan beragam sebagai tanggapan atas kerusuhan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan pengekangan maksimal dalam menangani demonstrasi.
Awal pekan lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan para perusuh harus diberi pelajaran. Hakim tertinggi negara itu juga menuduh para demonstran beroperasi sejalan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.