Di Hadapan Hakim, Nicolas Maduro Tolak Bersalah Tegaskan Masih Presiden Venezuela

Anton Suhartono
Ilustrasi Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjalani sidang pembacaan dakwaan di pengadilan federal New York, AS, Senin (5/1/2026).

Maduro menghadapi empat dakwaan kriminal federal, yakni konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, serta kepemilikan senapan mesin dan alat peledak. Setiap dakwaan akan menghukum pelakunya maksimal penjara seumur hidup.

Pengacara Maduro, Barry Pollack, mengatakan kepada Hellerstein pihaknya akan menyiapkan litigasi luas mengenai legalitas "penculikan militer" yang dilakukan terhadap kliennya.

Istri Maduro, Cilia Flores, juga mengaku tidak bersalah. Dia menghadapi tuduhan yang sama kecuali terorisme narkoba. 

Sidang berikutnya akan digelar pada 17 Maret.

Penangkapan Maduro dan Flores menandai intervensi paling kontroversial AS terhadap negara Amerika Latin itu sejak invasi Panama 37 tahun silam.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
24 jam lalu

Airlangga Ungkap Rencana RI Impor Minyak dari AS dan Venezuela

Nasional
12 hari lalu

Komisi III DPR Desak Oknum Brimob Aniaya Siswa hingga Tewas di Maluku Diseret ke Pengadilan

Nasional
14 hari lalu

Riva Siahaan Minta Dibebaskan dari Tuntutan Hukum: Saya Didakwa untuk Hal yang Sangat Berbeda

Nasional
26 hari lalu

Hasil Survei Indikator: TNI Masih Jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, MK Masuk 5 Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal