Diam-Diam, AS Jalin Kontak dengan Kelompok Oposisi Suriah HTS yang Masih Berstatus Teroris

Anton Suhartono
Pemerintahan AS dilaporkan membuka komunikasi dengan Hayat Tahrir Al Sham yang masih berstatus organisasi teroris (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dilaporkan telah membuka komunikasi dengan kelompok oposisi tersenjata Suriah, Hayat Tahrir Al Sham (HTS). Kabar ini cukup mengejutkan karena AS belum mencabut HTS dari daftar organisasi teroris.

Reuters, mengutip dua sumber pejabat AS, melaporkan pemerintahan Biden mendesak HTS untuk tidak mengambil alih kepemimpinan Suriah secara sepihak. Washington ingin HTS melakukan proses yang inklusif dengan menggandeng semua kepentingan untuk membentuk pemerintahan transisi Suriah.

Namun pejabat yang meminta identitasnya tak dipublikasikan itu tak mengatakan apakah pesan tersebut dikirim secara langsung kepada HTS atau melalui perantara. Hanya saja dia menegaskan komunikasi tersebut dilakukan secara terkoordinasi dengan sekutu-sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Turki.

AS memasukkan HTS  dalam daftar organisasi teroris terkait hubungannya dengan Al Qaeda. Namun HTS sudah lama memisahkan diri dengan Al Qaeda.

Sementara itu NBC News melaporkan, pemerintahan Biden sedang membahas pertimbangan untuk mencabut status teroris asing HTS.

Pembahasan tersebut bertujuan untuk membuka jalan bagi dunia internasional guna berinteraksi dengan pemerintahan baru Suriah, di mana HTS akan menjadi bagiannya.

Dua pejabat AS mengatakan kepada NBC News, AS ingin mencabut status teroris tersebut segera. Namun ada beberapa pejabat yang menilai keputusan itu masih dalam tahap awal.

Laporan NBC News itu muncul beberapa jam setelah Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan belum ada diskusi untuk mengubah kebijakan terhadap HTS.

"Kami memantau apa yang mereka lakukan," kata Kirby.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Kongres AS Minta Akses Senjata Nuklir Israel, Berapa Jumlah Hulu Ledaknya?

Internasional
13 jam lalu

Presiden Kuba Kecam Menlu AS: Pejabat Negara Tak Tahu Instruksi Trump!

Internasional
14 jam lalu

Hakim AS Rilis Surat Bunuh Diri Predator Seks Jeffrey Epstein, Ini Isinya

Internasional
18 jam lalu

AS Incar Uranium Iran, Tak Sudi Ada Program Nuklir Sekecil Apa pun

Internasional
20 jam lalu

Israel Gempur Kota Beirut untuk Pertama Kali, Gencatan Senjata dengan Lebanon Runtuh?

Internasional
20 jam lalu

Israel Yakin Trump Tak Akan Serang Iran Lagi, Pilih Tekanan Ekonomi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal