Diancam Dapat Sanksi soal Hilangnya Khashoggi, Saudi Siap Membalas

Anton Suhartono
Demonstran berunjuk rasa di depan kantor konsulat Saudi di Istanbul terkait hilanghya Jamal Khashoggi (Foto: AFP)

RIYADH, iNews.id - Arab Saudi kembali menepis tuduhan pembunuhan jurnalis kawakan Jamal Khashoggi. Pria 59 tahun itu hilang sejak berkunjung ke kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018 untuk mengambil dokumen terkait rencana pernikahannya.

Khashoggi merupakan pengkritik kebijakan kerajaan yang meninggalkan negaranya pada September tahun lalu dan kini tinggal di Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini kembali disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi yang berat jika Khashoggi terbukti dibunuh di kantor konsulat.

"Kerajaan menegaskan penolakan sepenuhnya terhadap setiap ancaman atau upaya melemahkan negara baik melalui ancaman sanksi ekonomi atau penggunaan tekanan politik," kata seorang sumber resmi, seperti dilaporkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

Bahkan, negara kaya minyak itu tak segan-segan menjatuhkan sanksi balasan yang dampaknya bisa mengguncang perekonomian dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Turki: Israel Bujuk AS agar Tolak Gencatan Senjata dengan Iran

Nasional
6 hari lalu

Kemenhaj Ungkap 25.922 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Indonesia usai Perang AS-Israel Vs Iran

Internasional
7 hari lalu

Enggak Nyangka! Di Dalam Masjidil Haram Ada Rumah Sakit Jantung

Internasional
10 hari lalu

Erdogan: Perang AS-Israel vs Iran Harus Dihentikan Sebelum Seret Timteng ke Bara Api

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal