Dianggap Berguna buat Lawan Rusia, AS Kirim Lagi 4 HIMARS ke Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS). (Foto: armyrecognition.com)

Awal pekan ini, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memerintahkan para jenderalnya untuk memprioritaskan penghancuran rudal jarak jauh dan senjata artileri Ukraina. Perintah itu muncul setelah senjata yang dipasok Barat digunakan Ukraina untuk menyerang jalur pasokan Rusia.

Sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan agesi militer pada Februari lalu, pasukan Rusia terus menggempur wilayah Donbas di Ukraina Timur. Pasukan Moskow pun berhasil menduduki sekitar seperlima dari negara tetangganya itu.

Negara-negara Barat memasok Ukraina dengan artileri berat jarak jauh dan sistem peluncuran roket ganda untuk membantu Kiev bertahan. Namun, artileri Rusia jauh lebih unggul, baik dalam hal jumlah maupun amunisi.

Ukraina mengklaim serangannya terhadap 30 pusat logistik dan amunisi Rusia telah berhasil. Serangan tersebut menggunakan beberapa sistem peluncuran roket yang baru-baru ini dipasok oleh Barat.

HIMARS memiliki jangkauan yang lebih jauh dan lebih tepat daripada artileri era Soviet yang dimiliki Ukraina di gudang senjatanya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

9 Fakta Pemilu AS: Rebutkan 435 Kursi DPR-35 Senat hingga Biaya Kampanye Fantastis

1 hari lalu

Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Setiap Tahun: Mereka Sudah Tak Butuh!

1 hari lalu

Trump: AS Setop Bantuan Keuangan untuk Israel

1 hari lalu

Pemilu AS: Hampir 59 Juta Warga Nyoblos Lebih Dulu termasuk Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal