Digempur Israel Habis-habisan, Wilayah Bersejarah di Lebanon Ini Jadi Kota Hantu

Anton Suhartono
Pasukan Israel sejak beberapa hari terakhir menggempur Kota Tyre, Lebanon Selatan (Foto: AP)

Wali Kota Tyre Hassan Dabouq mengatakan hanya sekitar 25 persen penduduk yang bertahan. Seperti Ali, para penduduk juga mengkhawatirkan kota kampung halaman bernasib sama seperti Gaza.

"Orang-orangnya sama, perangnya sama, mentalitasnya sama, dan pejabat (Israel)-nya sama, dengan dukungan sama dari Amerika dan Eropa. Unsur-unsurnya sama, jadi mengapa Lebanon bisa berbeda?" kata Dabouq.

Kapal-kapal nelayan yang biasanya melaut, diparkir memenuhi pelabuhan. Daerah itu biasanya ramai dengan aktivitas nelayan dengan hasil tangkapan untuk dijual ke pedagang. Namun sejak Rabu lalu menjadi sangat sepi. 
Toko-toko dan restoran di jalan-jalan utama Tyre juga tutup ditinggal pemiliknya mengungsi. 

Serangan Israel ke Lebanon sejak perang 7 Oktober 2023 telah menewaskan 2.500 orang lebih. Penambahan korban terjadi sejak serangan intensif pada September lalu. Selain itu lebih dari 1,2 juta orang terpaksa meninggalkan mengungsi.

Penduduk yang bertahan umumnya tidak punya tujuan lain untuk mengungsi atau anggota keluarga yang menjaga properti. Namun ada pula keluarga yang tetap bertahan karena memilih lebih baik mati di kampung halaman, ketimbang pengungsian.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 jam lalu

DPR Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ini Alasannya

19 jam lalu

Pemimpin Oposisi Israel Bertekad Gulingkan Netanyahu di Pemilu: Perusak Reputasi!

23 jam lalu

MUI Minta Konser Andrea Bocelli Dibatalkan, Ini Alasan Penolakannya

2 hari lalu

Ribuan Orang Demo Tolak Netanyahu Jelang Pemilu: Israel Belum Pernah seperti Ini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal