Dikecam karena Serang Suriah, Erdogan Tuduh Uni Eropa Dukung Teroris Kurdi

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP)

ISTANBUL, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menuduh Barat, yakni Uni Eropa dan Amerika Serikat, membantu milisi Kurdi YPG-PKK. Padahal organisasi itu sudah ditetapkan sebagai teroris.

Turki melancarkan serangan ke Suriah sejak 9 Oktober 2019 untuk memukul mundur milisi Kurdi agar masuk lebih ke dalam serta mengamankan sepanjang garis perbatasan untuk membuat zona aman.

"Bisakah Anda bayangkan, seluruh Barat berdiri bersama para teroris dan semua menyerang kami, termasuk negara-negara anggota NATO dan Uni Eropa," Kata Erdogan, dikutip dari AFP, Senin (21/10/2019).

"Sejak kapan Anda berpihak kepada teroris? Apakah PYD-YPG (pasukan Kurdi Suriah) bergabung dengan NATO dan kami tidak tahu tentang itu," katanya, menyindir.

Pemerintah Turki menjelaskan, YPG merupakan cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang sudah dimasukkan sebagai organisasi dilarang karena melakukan pemberontakan di Turki sejak 1984. PKK masuk daftar hitam sebagai kelompok teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Erdogan: Israel Tak Ingin Damai!

Internasional
8 hari lalu

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Uni Eropa Kutuk Serangan dan Desak Penyelidikan

Internasional
16 hari lalu

Terungkap! Pakistan, Mesir dan Turki Diam-Diam Berusaha Damaikan AS-Iran

Nasional
17 hari lalu

Silaturahmi Lebaran, Presiden Prabowo Telepon Erdogan hingga MBS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal