Namun Uni Eropa dan AS justru mengecam tindakan militer Turki terhadap pasukan Kurdi sehingga mendorong beberapa anggota NATO untuk menangguhkan penjualan senjata.
Sekjen NATO Jens Stoltenberg berulang kali menyuarakan keprihatinan tentang operasi militer Turki.
Sebelumnya Erdogan membantah bahwa serangan itu untuk mencaplok wilayah Suriah yang diduduki Kurdi.
"Turki tidak mengawasi wilayah negara mana pun. Kami menganggap tuduhan semacam itu sebagai penghinaan terbesar terhadap kami," katanya.
Turki mengumumkan gencatan senjata selama 120 jam atau 5 hari setelah Erdogan bertemu dengan Wakil Presiden AS Mike Pence. Dalam poin kesepakatan, milisi Kurdi menarik diri untuk memungkinkan Turki membuat zona aman di sepanjang perbatasan.