Penggambaran kartun seorang pria yang membawa anak-anak dan seorang perempuan, merujuk pada tuduhan Israel, yang sering diulangi para pemimpin Barat bahwa Hamas menggunakan perisai manusia.
Hamas serta pejuang Palestina di Gaza lainnya membantah keras tuduhan menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup. Sebaliknya, Hamas menuduh balik Israel menggunakan alasan itu untuk melakukan pembasmian etnis atau genosida.
Kartun karya Michael Ramirez itu diterbitkan saat lebih dari 10.000 warga Gaza, termasuk 4.000 anak-anak, tewas akibat serangan tentara Zionis Israel.
Kartun tersebut memicu kemarahan netizen yang dilayangkan langsung ke Washington Post.
Surat kabar akhirnya menarik kartun itu dari situs berita online-nya pada Rabu (8/11/2023) malam.