Dikritik gegara Rapat Jam 3 Pagi, PM Jepang Takaishi Ngaku Hanya Tidur 2 Jam Semalam

Anton Suhartono
Sanae Takaichi mengaku hanya hanya 2-4 jam semalam (Foto: AP)

TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri JepangSanae Takaichi mengaku tidur hanya 2 sampai 4 jam setiap malam. Komentarnya itu disampaikan di tengah kecaman terhadapnya karena memaksa para staf kantor perdana menteri rapat pukul 03.00 pada 7 November lalu.

“Saya tidur sekitar 2 jam sekarang, paling lama 4 jam. Saya merasa itu buruk untuk kulit saya,” ujar sosok yang mencatat sejarah sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang itu, kepada komite legislatif parlemen, menjawab pertanyaan mengenai pentingnya mengurangi jam kerja panjang di Jepang.

Jepang telah lama berjuang untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang sehat, karena banyak pegawai menghadapi tekanan berat di kantor.

Takaichi juga diminta menjelaskan rencana pemerintahnya untuk menghapus batas kerja lembur 45 jam sebulan demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dia mengatakan pekerja dan pemberi kerja memiliki kebutuhan berbeda. Beberapa warwga Jepang bahkan melakoni dua pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup. Ini bisa terjadi karena perusahaan memberlakukan batasan ketat pada jam lembur.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Kabar Duka, Ilustrator Kiki's Delivery Service Akiko Hayashi Meninggal Dunia

13 hari lalu

Viral Raisa dan Chef Prancis Mathis Molinie Liburan Bareng di Jepang? Ini Faktanya!

15 hari lalu

Produsen Otomotif China Minta Perlakuan Sama dengan Pabrikan Jepang di Indonesia

18 hari lalu

Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal