Dikuasai Taliban, Afghanistan Kini Ingin Jalin Hubungan dengan Amerika Serikat

Ahmad Islamy Jamil
Bendera Emirat Afghanistan yang dideklarasikan Taliban (ilustrasi). (Foto: Reuters)

Pada Februari 2022, Presiden AS Joe Biden menandatangani inpres (instruksi presiden) untuk membekukan aset bank sentral Afghanistan senilai 7 miliar dolar AS yang disimpan di bank-bank Amerika. 

Berdasarkan inpres itu, AS ingin merampok sebanyak 3,5 miliar dolar dari dana Afghanistan itu dengan dalih akan digunakan untuk kompensasi bagi keluarga korban serangan teroris, termasuk peristiwa 911. Sementara sisanya yang setengah lagi diasumsikan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan di Afghanistan, itu pun harus lewat keputusan pengadilan Amerika.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

Iran Serang Pangkalan AS, Ledakan Guncang Bahrain Qatar UEA hingga Kuwait

Internasional
9 jam lalu

Breaking News: Iran Balas Serangan Israel, Luncurkan Rudal dan Drone

Internasional
9 jam lalu

Iran Kecam Serangan! Siap Bela Diri Hadapi AS dan Israel

Internasional
10 jam lalu

Israel-AS Serang Iran, Trump: Tak Ada yang Boleh Nantang Kehebatan Amerika!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal