Dikuasai Taliban, Afghanistan Kini Ingin Jalin Hubungan dengan Amerika Serikat

Ahmad Islamy Jamil
Bendera Emirat Afghanistan yang dideklarasikan Taliban (ilustrasi). (Foto: Reuters)

KABUL, iNews.idAfghanistan di bawah pemerintahan Taliban ingin menjalin hubungan ekonomi dengan semua negara, termasuk Amerika Serikat. Kabul pun berharap Washington DC akan mencairkan aset milik rakyat negeri Asia Tengah itu. 

“Mengenai prospek hubungan dengan Amerika Serikat, kami ingin menjalin hubungan dengan semua negara, terutama di bidang ekonomi, ini bisa dikatakan juga tentang Amerika Serikat,” kata Penjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan Afghanistan, Nooruddin Azizi, kepada kantor berita Sputnik, Jumat (19/8/2022).

Dia menuturkan, aset Afghanistan yang diblokir AS adalah milik sektor privat, milik rakyat jelata yang menyimpan uang mereka di bank. “Jika AS menutup mata terhadap ini, ia akan menjadi bencana besar bagi sektor swasta dan ekonomi Afghanistan,” tuturnya.

“Kami berharap Amerika Serikat tidak akan membuat kesalahan sejarah seperti itu dan akan mencairkan cadangan nasional Afghanistan,” ujarnya.

Pemerintah sementara Afghanistan yang dipimpin Taliban mulai berkuasa sejak setahun lalu, setelah Amerika menarik pasukannya dari negara itu disusul runtuhnya pemerintah yang didukung Washington. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
41 menit lalu

AS Terus Gempur Iran, Serangan Meluas Tak Hanya di Pesisir Selat Hormuz

60 menit lalu

Trump Enggan Beri Target Waktu untuk Iran: Mereka Sudah Paham!

2 jam lalu

Trump: Iran Sebaiknya Bersikap Baik!

3 jam lalu

Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil dan 7 Tentara, Militer Iran Janjikan Pembalasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal