Dikudeta, Presiden Burkina Faso Bersedia Mundur dengan Sejumlah Syarat

Umaya Khusniah
Presiden Burkina Faso, Paul-Henri Damiba bersedia mundur setelah muncul kudeta. (Foto: Reuters)

OUAGADOUGOU, iNews.id - Presiden Burkina Faso, Paul-Henri Damiba bersedia mundur setelah muncul kudeta. Namun dia mengajukan sejumlah syarat kepada pemimpin militer Kapten Ibrahim Traore. 

Hal ini disampaikan para pemimpin agama dan adat, Minggu (2/10/2022). Ada tujuh syarat yang diajukan Damiba dan telah disetujui oleh militer. 

Sejumlah persyaratan tersebut di antaranya, jaminan keselamatan Damiba dan keamanan tentara yang mendukungnya. Selain itu juga menghormati janji yang dibuat untuk blok regional Afrika Barat untuk kembali ke pemerintahan konstitusional pada Juli 2024.

Sayangnya, Damiba tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Seorang anggota keluarga dekat mengatakan kepada Reuters bahwa, Damiba telah meninggalkan negara itu hari Minggu.

Sebelumnya, Traore mengatakan situasi kembali tertib setelah protes keras terhadap kedutaan Prancis dan hari-hari pertempuran di mana faksinya bergerak untuk menggulingkan pemerintah.

Perpecahan telah muncul di internal tentara. Banyak tentara muncul untuk mencari dukungan Rusia karena pengaruh bekas kekuasaan kolonial Prancis berkurang.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Rusia Sebut Amerika Serang Venezuela Bukan karena Narkoba, tapi Minyak

Internasional
5 hari lalu

Pesan Tahun Baru, Zelensky Tegaskan Tak Akan Menyerah Lawan Rusia

Internasional
6 hari lalu

Pidato Tahun Baru, Putin Sebut Rusia Akan Menangkan Perang di Ukraina

Internasional
6 hari lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal