Diluluhlantakkan Banjir dalam Sekejap, Nepal Butuh Biaya Pemulihan Rp88 Triliun

Anton Suhartono
Banjir bandang dahsyat menerjang Nepal dekat perbatasan Tibet, China. (Foto: AP)

KATHMANDU, iNews.id - Nepal membutuhkan dana 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp88,4 triliun untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang pada Rabu (26/8/2026). 

Miliarder Nepal Binod Chaudhary menyebut angka tersebut, berdasarkan hasil penilaiannya dari kerusakan yang ditimbulkan.

"Saya tidak akan terkejut (dengan angka tersebut). Masalahnya bukan hanya soal dana, melainkan waktu yang dibutuhkan serta kondisi geografis yang sulit," ujar pemimpin Chaudhary Group itu, seperto dikutip dari Bloomberg, Sabtu (29/8/2026).

"Ini adalah tantangan besar yang kita hadapi," ujarnya, lagi merujuk pada proses rehabilitasi serta pemulihan kembali roda perekonomian.

Chaudhary Group bergerak di 12 sektor bisnis mulai dari makanan, telekomunikasi, hingga infrastruktur dan perbankan.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-China Bertambah Jadi 469 Orang, 1.500 Orang Hilang

2 bulan lalu

Nepal Berduka, Korban Meninggal Banjir Bandang Ratusan Orang

2 bulan lalu

Kisah Korban Selamat dari Banjir Bandang Nepal, Istri dan Anak Tewas dalam Hitungan Detik

2 bulan lalu

Penyebab Banjir Bandang Dahsyat di Nepal, Gempa Picu Runtuhnya Danau Es di Gunung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal