Diluluhlantakkan Banjir dalam Sekejap, Nepal Butuh Biaya Pemulihan Rp88 Triliun

Anton Suhartono
Banjir bandang dahsyat menerjang Nepal dekat perbatasan Tibet, China. (Foto: AP)

Kerugian infrastruktur terbesar adalah hancurnya beberapa pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu banyak jembatan dan jalan yang lenyap, memutus akses ke banyak lokasi. Belum lagi fasilitas kesehatan dan pendidikan yang hancur.

"Kami melihat adanya gangguan total," kata Chaudhary, seraya menambahkan sejumlah pembangkit listrik mengalami kerusakan.

Chaudhary mengatakan, dana yang akan dikeluarkan grupnya untuk upaya perbaikan ini akan lebih besar dibandingkan saat gempa bumi mematikan pada 2015, yang kala itu juga memicu rekonstruksi berskala nasional.

Menteri Keuangan Nepal Swarnim Wagle mengungkap penilaian serupa, dengan mengatakan Nepal membutuhkan beberapa miliar dolar AS untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.

"Secara akumulatif, menurut saya nilai kerugian dan kerusakan, setelah dihitung secara pasti dalam waktu sekitar seminggu ke depan, akan mencapai setidaknya beberapa miliar dolar," kata Wagle.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-China Bertambah Jadi 469 Orang, 1.500 Orang Hilang

2 bulan lalu

Nepal Berduka, Korban Meninggal Banjir Bandang Ratusan Orang

2 bulan lalu

Kisah Korban Selamat dari Banjir Bandang Nepal, Istri dan Anak Tewas dalam Hitungan Detik

2 bulan lalu

Penyebab Banjir Bandang Dahsyat di Nepal, Gempa Picu Runtuhnya Danau Es di Gunung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal