Ditemukan Lagi Virus Corona Varian Baru, Berbeda dengan Strain Inggris dan Afrika Selatan

Anton Suhartono
John Nkengasong (Foto: Reuters)

Pada Rabu malam, Menteri Kesehatan Afrika Selatan mengumumkan tingkat penyebaran Covid-19 yang mengkhawatirkan. Negara itu mengonfirmasi penambahan lebih dari 14.000 kasus baru pada Selasa yang merupakan rekor tertinggi. Sekitar 400 di antaranya meninggal dunia.

Makalah penelitian yang diungkap The Associated Press menyebutkan, varian baru di Nigeria ditemukan pada dua sampel pasien yang dikumpulkan pada 3 Agustus dan 9 Oktober di Negara Bagian Osun.

"Tidak seperti varian yang terlihat di Inggris, kami belum mengamati peningkatan begitu cepat dari garis keturunan di Nigeria dan belim ada bukti yang menunjukkan varian P681H berkontribusi pada meningkatnya kasus penularan di Nigeria," bunyi laporan.

Kabar ini muncul saat kasus infeksi melonjak untuk gelombang baru di beberapa negara Afrika.

Varian baru di Afrika Selatan saat ini menjadi yang dominan, di mana jumlah total kasusnya mendekati 1 juta penderita. Hanya saja, varian baru Covid-19 di Afrika Selatan belum tentu memicu penyakit lebih parah, demikian halnya dengan strain di Inggris.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kabar Duka, Penyanyi Party Rock Anthem Lauren Bennett Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?

57 tahun lalu

PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump

57 tahun lalu

Fadly Faisal Akhirnya Buka Suara soal Kaos Motif Bra yang Viral: Seru-seruan Doang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal