“Sementara variannya menular dengan cepat dan viral load lebih tinggi, belum jelas apakah itu bisa membuat penyakit lebih parah,” ujar Nkengasong.
Andrew Preston, ahli mikroba patogenesis Universitas Bath mengatakan, varian baru yang ditemukan di Afrika Selatan berbeda dengan Inggris meskipun dua-duanya lebih menular dari versi biasanya.
"Varian 'Afrika Selatan' berbeda dari Inggris, tapi keduanya mengandung jumlah mutasi sangat tinggi dibandingkan dengan garis keturunan SARS-CoV-2 lainnya,” ujarnya.
varian baru yang khusus mungkin memiliki beberapa mutasi, versi di Inggris memiliki 17 sedangkan varian Afrika Selatan antara 10 dan 20.