Dituduh WHO Hapus Data, China Ngotot Sebut Covid Bukan dari Pasar Wuhan

Antara
Pemandangan dari udara Pasar Huanan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, beberapa tahun lalu. (Foto: Reuters)

WHO juga menyebut Pasar Huanan sebagai episentrum pandemi. Pasalnya, dari pasar rakyat itulah virus SARS-CoV-2 menyebar dengan cepat ke berbagai tempat di Wuhan pada 2019, yang kemudian menjalar ke berbagai belahan dunia.

“Setiap data terkait penelitian asal-usul Covid-19 perlu disebarluaskan segera ke komunitas internasional. Data tersebut seharusnya dibagikan sejak tiga tahun yang lalu,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, di Jenewa, Swiss, Jumat (7/4/2023).

CCDC menolak tuduhan itu dengan menyatakan bahwa para ilmuwan China telah membagikan seluruh data dan informasi, termasuk lebih dari 76 ribu kasus positif awal Covid di Wuhan.

“Kami melakukan analisis dan riset bersama secara mendalam dan hasilnya secara kolektif juga telah disetujui oleh pakar dari WHO dan China,” kata peneliti CCDC, Zhou Lei, di Beijing pada Sabtu (8/4/2023).

Dia menganggap WHO sebagai organisasi kesehatan dunia yang sangat penting, profesional, berwibawa, diakui komunitas internasional, bersifat ilmiah, teliti, dan tidak berpihak. “Saya pikir jika tuduhan yang dibuat melenceng, maka berisiko merusak kredibilitas WHO,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
6 hari lalu

Pesawat Komersial Pertama Buatan China C919 Terbang Internasional Perdana

6 hari lalu

Bak Film Armageddon, Ilmuwan China Ingin Ledakkan Asteroid Gunakan Bom Nuklir

9 hari lalu

Badai Dolphin Ngamuk Porak-porandakan China, 1 Juta Orang Lebih Dievakuasi

12 hari lalu

China dan Rusia Minat Garap Proyek Kereta Trans Kalimantan, Pemerintah Siapkan Investasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal