Donald Trump Dilarang Punya Akun Twitter secara Permanen, Bahkan Jika Jadi Presiden Lagi

Ahmad Islamy Jamil
Setelah akunnya dibekukan permanen, Donald Trump kini benar-benar dilarang memiliki akun oleh Twitter. (Foto: iNews.id)

WASHINGTON DC, iNews.id – Mantan Presiden AS, Donald Trump, tidak akan diizinkan lagi memiliki akun Twitter, bahkan jika seandainya dia mencalonkan diri lagi di Pilpres AS berikutnya dan menang. Pasalnya, politikus Partai Republik itu benar-benar telah diblokir Twitter secara permanen.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Keuangan Perusahaan (CFO) Twitter, Ned Segal. Saat ditanya dalam sesi wawancara dengan CNBC, Rabu (10/2/2021), apakah hak istimewa tweeting Trump dapat dipulihkan jika dia memenangkan pilpres lagi, Segal menyatakan larangan terhadap Trump itu bersifat permanen.

“Cara kerja kebijakan kami, saat Anda dihapus dari platform (Twitter), itu artinya Anda memang sudah dihapus dari platform tersebut,” kata Segal. 

“Tak peduli apakah Anda seorang komentator, CFO, mantan pejabat publik atau masih menjabat saat ini. Ingat, kebijakan kami dirancang untuk memastikan bahwa orang tidak menghasut kekerasan. Dan jika ada yang melakukan hal semacam itu, kami harus menghapus mereka dari layanan (Twitter) dan kebijakan kami tidak mengizinkan orang itu untuk kembali,” tuturnya.

Pernyataan Segal itu muncul di saat sidang pemakzulan Trump sedang berlangsung di Kongres AS. Jika Trump dibebaskan dari pemakzulan, politikus gaek itu bakal punya kesempatan untuk mencalonkan diri kembali menjadi presiden AS pada 2024.

Langkah Twitter tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Trump jadi pejabat tinggi AS pertama yang dilarang menggunakan jasa media sosial itu, setelah para pendukungnya  menyerbu Gedung Parlemen AS (Capitol), bulan lalu. 

Sejumlah kalangan beranggapan, penyerbuan Gedung Capitol kala itu antara lain dipicu oleh cuitan-cuitan Trump yang bernuansa provokatif dan menghasut kekerasan di Twitter.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 jam lalu

Trump Klaim Sebagian Besar Amerika Utara termasuk Kanada dan Meksiko bagian dari AS

2 hari lalu

Ford Cs Ketakutan, Kongres AS Diminta Blokir Permanen Mobil China

3 hari lalu

Trump: Perang Iran hanya Masalah Kecil!

3 hari lalu

Sempat Heboh Dievakuasi di Turki, Trump Bakal Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah Qatar Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal