Duh... Google Kaitkan Sorban Palestina dengan Simbol Terorisme

Ahmad Islamy Jamil
Sejumlah perempuan Muslimah mengenakan keffiyeh atau sorban khas Palestina (ilustrasi). (Foto: Reuters)

Dalam surat mereka kepada CEO Google, Sundar Pichai, para karyawan Yahudi itu menulis: “Kami keberatan dengan penggabungan (pandangan tentang) Israel dengan orang-orang Yahudi. Kami menegaskan bahwa anti-Zionisme bukanlah anti-Semitisme,” kata mereka, dalam pernyataan yang dikutip Middle East Monitor, Rabu (26/5/2021).

“Google adalah mesin telusur terbesar di dunia dan setiap penindasan atas kebebasan berekspresi yang terjadi di dalam perusahaan ini adalah berbahaya, tidak hanya bagi karyawan Google secara internal tetapi juga bagi semua orang di seluruh dunia,” ungkap para karyawan Yahudi itu lagi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
12 jam lalu

Somalia Ungkap 3 Motif Berbahaya Israel Akui Kemerdekaan Somaliland, Singgung Palestina

Internasional
24 jam lalu

Presiden Somalia Mohamud Peringatkan Israel soal Pengakuan Negara Somaliland

Internasional
2 hari lalu

Akui Somaliland Negara Merdeka, Menlu Israel Langsung Berkunjung

Nasional
4 hari lalu

Nadiem Heran Didakwa Perkaya Diri Rp809 Miliar: Tak Sepeser pun Uang Masuk Kantong Saya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal