Duh! Puluhan Anak Meninggal, Diduga Keracunan Obat Sirup Batuk Buatan India

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi obat batuk sirup. (Foto: Pixabay)

BANJUL, iNews.id – Puluhan anak di Gambia meninggal akibat gagal ginjal akut. Kematian mereka diduga terkait dengan obat batuk dan pilek yang telah terkontaminasi yang dibuat oleh salah satu produsen obat India.

Temuan itu diumumkan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Rabu (5/10/2022). Pengumuman tersebut menyusul keluarnya hasil tes pada beberapa obat sirup obat yang diduga menyebabkan kematian 66 anak di negara Afrika Barat itu.

Tedros mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dengan regulator obat India serta perusahaan pembuat obat sirup itu, Maiden Pharmaceuticals Ltd. Perusahaan farmasi tersebut berbasis di New Delhi.

Saat dihubungi wartawan, Maiden Pharma menolak berkomentar. Sementara pihak regulator obat India belum merespons permintaan komentar dari jurnalis. Kementerian Kesehatan India juga belum memberikan tanggapan apa pun.

Pada Rabu kemarin, WHO mengeluarkan peringatan terkait produk medis tersebut. Badan PBB itu juga meminta para regulator untuk menarik atau menyingkirkan produk obat-obatan buatan Maiden Pharma dari pasar.

“Produk tersebut mungkin telah didistribusikan di tempat lain melalui pasar tak resmi, tetapi sejauh ini hanya diidentifikasi di Gambia,” ungkap WHO dalam peringatannya.

Peringatan tersebut mencakup empat produk obat, yaitu Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup. Menurut WHO, hasil analisis laboratorium mengonfirmasi adanya sejumlah dietilen glikol dan etilen glikol yang “tidak dapat diterima”, yang dapat menjadi racun dan menyebabkan cedera ginjal akut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
10 hari lalu

Duh, 3 Remaja Saudara Kandung Bunuh Diri gegara Dilarang Main Game dan Nonton Drama Korea

Internasional
17 hari lalu

Pesawat Jet Pribadi Bawa Wakil Menteri Kepala India Jatuh

Nasional
20 hari lalu

Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!

Nasional
20 hari lalu

Virus Nipah Menyerang Negara Tetangga Indonesia, Wajib Waspada!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal