Duh, Rumah Sakit Indonesia di Gaza Ditutup Lagi karena Tak Ada Listrik

Anton Suhartono
Rumah Sakit Indonesia di Gaza terpaksa berhenti beroperasi karena keterbatasan bahan bakar (Foto: MER-C)

Meski demikian, rumah sakit yang dikelola LSM bantuan medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dengan bantuan warga sekitar tersebut baru bisa menerima pasien non-darurat.

"Dengan keterbatasan fasilitas dan staf medis, kami berupaya untuk menyelamatkan warga. Sejak mulai beroperasi, kami tak mendapat sedikit pun bahan bakar. Kami belum bisa mengoperasikan ICU dan ruang operasi," ujarnya, kepada Al Jazeera, saat itu.

Rumah Sakit Indonesia menjadi satu-satunya fasilitas medis yang beroperasi di wilayah Gaza bagian utara. Ada lebih dari 600.000 warga yang masuk dalam jangkauan penanganan medis rumah sakit tersebut. Rumah Sakit utama di Gaza Utara, Al Shifa, hancur total akibat serangan pasukan Israel.

Nabhan menambahkan, sumber energi dari pasokan solar panel hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit selama 4 jam sehari, masih jauh dari kebutuhan.

Selain itu, perlengkapan dan obat-obatan juga masih jauh dari memadai. Dalam kondisi seperti itu, tak semua pasien bisa diterima oleh rumah sakit. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Perang AS-Israel vs Iran Picu Derita Baru di Gaza: Harga Pangan Melonjak, Makanan Kian Sulit Didapat

Internasional
9 jam lalu

Menlu Araghchi: Iran Siap Perang Panjang Lawan AS-Israel

Internasional
10 jam lalu

AS Klaim Hancurkan 80% Peluncur Rudal Iran tapi Serangan ke Israel Justru Makin Ganas

Buletin
1 hari lalu

Iran Hujani Israel dengan Rudal Balistik, Kilang Minyak Bahrain Ikut Meledak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal