Eks Kanselir Jerman: Ukraina Sebenarnya Sudah Siap Berdamai dengan Rusia, tapi Batal karena Ditekan AS

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) saat menjadi penengah dalam perundingan Rusia-Ukraina yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, Maret 2022. (Foto: Reuters)

Adapun poin ketiga, Donbas seharusnya tetap menjadi bagian dari Ukraina, namun dengan status teritorial khusus, seperti Tyrol Selatan, sebuah provinsi otonom di Italia Utara yang dihuni oleh mayoritas penduduk penutur bahasa Jerman. Keempat, Ukraina juga seyogianya mendapat jaminan keamanan dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman. 

Sementara poin terakhir yang dibahas adalah pada waktu itu adalah mengenai status Krimea, kata Schroeder kepada Berliner Zeitung.

Dia mengatakan, Kiev telah menunjukkan kesediaan untuk berkompromi, termasuk mengenai ketentuan keanggotaan NATO. Sayangnya, perundingan tersebut akhirnya gagal karena semuanya “diputuskan di Washington DC”.

“Saya pikir Amerika tidak menginginkan kompromi antara Ukraina dan Rusia,” kata Schroeder.

Moskow melancarkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari 2022. Delegasi Rusia dan Ukraina telah terlibat dalam beberapa putaran perundingan perdamaian sejak saat itu, termasuk yang diselenggarakan di Turki pada Maret 2022. Namun perundingan tersebut pada akhirnya menemui jalan buntu. 

Pada Oktober 2022, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani dekret yang menyatakan bahwa Kiev tidak dapat mengadakan pembicaraan damai selama Vladimir Putin menjadi presiden Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
13 jam lalu

Trump Klaim AL dan AU Iran Sudah Lenyap, Pabrik Senjata Hancur

7 jam lalu

Trump Ingin Hancurkan Iran, Menlu Araghchi: Bakal Gagal, AS Kalah!

14 jam lalu

Kecelakaan Horor, Pesawat Cessna Tabrak Helikopter Polisi di Udara

16 jam lalu

Trump Ancam Hukum Negara-negara yang Kerja Sama Ekonomi dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal