Hakim Nathalie Gavarino menyebut, Sarkozy telah mengizinkan para pembantu dekatnya untuk menghubungi pejabat Libya dengan tujuan mendapatkan dukungan finansial untuk kampanyenya.
Namun, pengadilan memutuskan bahwa tidak ada cukup bukti untuk membuktikan bahwa Sarkozy adalah penerima manfaat dari pendanaan kampanye ilegal tersebut. Namun, Sarkozy diperintahkan membayar denda sebesar 100.000 euro.
Sarkozy akan dijebloskan ke penjara di Paris dalam beberapa hari mendatang. Ini merupakan yang pertama bagi seorang mantan presiden Prancis dan merupakan pukulan telak bagi seseorang yang selalu menyatakan ketidakbersalahannya dalam persidangan ini dan kasus-kasus hukum lainnya yang menjeratnya.
"Apa yang terjadi hari ini sangat serius terkait supremasi hukum, dan kepercayaan yang dapat diberikan kepada sistem peradilan," ucap Sarkozy di luar gedung pengadilan.
Sebagai informasi, penyelidikan dibuka pada tahun 2013, dua tahun setelah Saif al-Islam, putra pemimpin Libya saat itu, menuduh Sarkozy mengambil uang ayahnya untuk pendanaan kampanye.
Tahun berikutnya, pengusaha Lebanon Ziad Takieddine mengatakan dia memiliki bukti tertulis bahwa kampanye Sarkozy yang berlimpah dibiayai oleh Tripoli.
Di antara terdakwa lain dalam persidangan tersebut adalah mantan menteri dalam negeri, Claude Gueant dan Brice Hortefeux. Pengadilan memutuskan Gueant bersalah atas korupsi, di antara dakwaan lainnya, dan Hortefeux dinyatakan bersalah atas konspirasi kriminal.