Erdogan: Selama Saya Presiden Turki, Tak Ada Negara yang Dukung Terorisme Bisa Masuk NATO!

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan menegaskan selama dirinya menjadi presiden Turki, tak ada negara pendukung terorisme yang bisa masuk NATO (Foto: Reuters)

"Mereka tidak jujur ​​atau tulus. Kami tidak bisa mengulangi kesalahan yang dibuat di masa lalu mengenai negara-negara yang merangkul dan memberi makan teroris seperti itu di NATO, yang merupakan organisasi keamanan," kata Erdogan.

Sementara itu Finlandia dan Swedia menegaskan telah mengutuk terorisme dan menyambut baik kemungkinan untuk membahas lebih kanjut isu ini dengan Turki.

"Upaya diplomatik sedang berlangsung. Kami menolak berkomentar lebih lanjut saat ini," kata Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde, mengomentari pernyataan terbaru Erdogan ini.

Lebih lanjut Erdogan juga mengomentari perang Rusia dan Ukraina. Menurut dia, Turki ingin mengakhiri perang sesegera mungkin, namun situasinya menjadi semakin sulit dari hari ke hari.

"Pada Senin, saya akan berbicara melalui panggilan telepon dengan Rusia dan Ukraina. Kami akan terus mendorong kedua pihak untuk mengoperasikan saluran dialog dan diplomasi," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

2 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

2 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

3 hari lalu

Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Dijatuhi Hukuman Mati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal