Erdogan Kerahkan Tentara Turki ke Qatar dan Suriah, Apa Alasannya?

Arif Budiwinarto
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (foto: AFP)

"Ketika krisis terselesaikan secara permanen, kehadiran kami di Suriah akan berakhir," ujarnya.

Bersinggungan langsung dengan perbatasan sepanjang 911 kilometer, Turki adalah salah satu negara yang paling terpengaruh oleh konflik Suriah yang dimulai pada 2011.

Erdogan menegaskan koalisi pasukan Suriah pro-pemerintah dan Turki bertugas untuk menumpas jaringan teroris yang diduga berusaha menyusup ke Turki.

"Berkat upaya yang dilakukan oleh Turki dan Tentara Pembebasan Suriah stabilitas dan perdamaian telah dipulihkan di wilayah yang pernah terkait dengan teororisme, kekejaman dan penindasan," katanya.

Sejak 2016, Turki telah menjalankan tiga operasi anti-teror--Euphrates Shield (2016), Olive Branch (2018), dan Peace Spring (2019)--lintas perbatasan di Suriah utara untuk mencegah pembentukan koridor baru teror dan menciptakan kedamaian di lingkungan penduduk.

Turki mengklaim operasi anti-teror itu berhasil mendorong lebih dari 400.000 pengungsi Suriah kembali ke rumah masing-masing.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
6 hari lalu

Erdogan Masih Bisa Maju Pilpres Turki Lagi pada 2028

7 hari lalu

Duh! Pilot-Kopilot Mabuk, Pesawat Jet Pribadi Tergelincir hingga Terbakar

9 hari lalu

Istanbul Jadi Inspirasi Baru Modest Fashion, dari Ornamen Ottoman hingga Arsitektur Kota

14 hari lalu

Pakta Pertahanan Makkah Mulai Bergerak, 3 Negara Bahas Intelijen hingga Industri Senjata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal