Facebook Akui Berperan dalam Genosida Terhadap Etnis Rohingya Myanmar

Nathania Riris Michico
Pendeta Budha kontroversial Wirathu (kedua dari kanan), yang dianggap memicu ujaran kebencian terhadap Muslim Rohingya dalam khotbah-khotbahnya. (Foto: AP).

WASHINGTON, iNews.id - Facebook mengakui pihaknya memainkan peran dalam genosida terhadap warga Muslim Rohingya di Myanmar.

Pada Agustus lalu, para peneliti PBB menuduh jaringan sosial itu lamban dan tidak efektif dalam menangani bagaimana jejaring itu digunakan untuk menyebarkan kebencian di antara penduduknya yang mayoritas beragama Budha dan minoritas Muslim Rohingya.

"Dengan demikian, Facebook ikut menyumbang terhadap kejahatan kejam," kata para penyelidik.

Lewat blog perusahaan, manajer kebijakan produk, Alex Warofka, memaparkan isi laporan yang dirilis pada Selasa (6/11) tersebut. Isinya menyimpulkan, Facebook tidak berbuat cukup untuk membantu mencegah jaringan sosial itu digunakan untuk memecah-belah dan menghasut kekerasan luar biasa.

Laporan ini menyarankan agar Facebook membuat kebijakan HAM yang ketat, sambil memberantas ujaran kebencian. Facebook juga diminta berupaya meningkatkan melek digital, dan ketepatan isi (konten) perusahaan di Myanmar.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 bulan lalu

Kapal Pengungsi Rohingya Terbalik di Perairan Malaysia-Thailand, Ratusan Orang Hilang

Internasional
1 tahun lalu

Jaksa ICC Minta Jenderal Myanmar Min Aung Hlaing Ditangkap atas Kekerasan terhadap Muslim Rohingya

Internasional
1 tahun lalu

Pidato Perdana, Pemimpin Bangladesh Muhammad Yunus Langsung Sebut Muslim Rohingya

Internasional
1 tahun lalu

Puluhan Muslim Rohingya Tewas Ditembaki Drone saat Akan Menyeberang ke Bangladesh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal