Fakta-Fakta Suporter Klub Sepak Bola Israel Rusuh di Belanda, Bikin Onar hingga Di-sweeping Warga

Anton Suhartono
Fakta-fakta kerusuhan suporter sepak bola Israel Maccabi Tel Aviv di Amsterdam, Belanda, di antaranya dewan kota menyebut para suporter yang lebih dulu memprovokasi (Foto: X/Daily Mail)

JAKARTA, iNews.id - Beberapa fakta kerusuhan suporter sepak bola Israel Maccabi Tel Aviv di Kota Amsterdam, Belanda, penting untuk diketahui. Klub Maccabi Tel Aviv melakoni laga tandang melawan Ajax Amsterdam di Liga Europa pada Rabu (6/11/2024) malam.

Kerusuhan pecah sebelum dan sesudah pertandingan antara para suporter dengan demonstran pro-Palestina serta warga Amsterdam. Polisi juga sempat menangkapi para suporter Maccabi Tel Aviv sebelum pertandingan karena melanggar ketertiban umum dan membawa kembang api ilegal.

Maccabi mengalami kekalahan telak dari Ajax dengan skor 0-5 dalam laga itu. Namun kerusuhan terjadi bukan disebabkan faktor pertandingan.

Berikut fakta-fakta kerusuhan suporter klub sepak bola Israel Maccabi Tel Aviv:

1. Suporter Maccabi Tel Aviv Langgar Ketertiban Umum

Beberapa jam sebelum pertandingan pada Rabu malam, suporter Israel bentrok dengan polisi Amsterdam. 

Polisi awalnya menangkap 20 suporter karena mengganggu ketertiban umum serta membawa kembang api ilegal. Saat itu ratusan suporter berkumpul di Dam Square, pusat Kota Amsterdam.

Selain itu suporter juga bentrok dengan para demonstran pro-Palestina yang sedang menggelar unjuk rasa. Sebanyak 10 suporter Israel dilaporkan luka dalam bentrokan tersebut.

2. Suporter Maccabi Serang Rumah Warga yang Pasang Bendera Palestina

Video yang beredar di media sosial menunjukkan, para suporter Maccabi Tel Aviv menyeang serta mencopot dan merobek bendera Palestina yang dipasang di beberapa bangunan tempat tinggal kota tersebut.

Massa juga menyerang seorang pengemudi taksi keturunan Arab.

Rekaman video yang diambil di luar stadion juga mengungkap para suporter meneriakkan yel-yel atau nyanyian yang menghasut, seperti “Tidak ada sekolah di Gaza karena tidak ada anak-anak yang tersisa.”

Nyanyian lain adalah seruan kepada tentara Israel untuk mengalahkan Arab.

3. Wali Kota Amsterdam Sebut Rusuh Bermotif Anti-Semit

Wali Kota Amsterdam Femke Halsema membela para suporter Israel. Dia mengatakan, kekerasan pada pertandingan sepak bola Liga Europa itu merupakan ledakan anti-Semitisme yang sudah lama tidak terlihat.

Dia juga mengibaratkan serangan terhadap para suporter Maccabi Tel Aviv sebagai "tabrak lari". Warga menggunakan skuter berkeliling kota untuk mencari suporter Israel.

"Kota kita telah rusak parah. Budaya Yahudi sangat terancam. Ini adalah ledakan anti-Semitisme yang saya harap tidak akan pernah terjadi lagi," ujarnya.

Namun dia tak menyinggung berbagai laporan yang mengungkap para suporter Israel lebih dulu memprovokasi dengan menyerang rumah-rumah yang memasang bendera Palestina.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
7 jam lalu

Iran Protes: Jadi Korban Serangan AS-Israel, tapi Diposisikan Agresor oleh Negara Arab

Internasional
7 jam lalu

Iran Kecam Draf Resolusi PBB yang Mengutuk Serangan terhadap Negara Arab

Internasional
8 jam lalu

Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Ajak Seluruh Negara Kutuk AS-Israel

Soccer
13 jam lalu

Panas! Wesley Sneijder Tertawa Lihat Maarten Paes Diserang Rafael van der Vaart

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal