“Iran telah membangun basis industri sangat besar, khusus untuk memproduksi peralatan militer yang dibutuhkan untuk terus berperang,” ujarnya.
Kesiapan Iran ini sangat kontras dengan rencana perang singkat yang disebut-sebut pernah diajukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada Presiden AS Donald Trump. Disebutkan perasi militer singkat maksinal sebulan untuk menggulingkan rezim serta melenyapkan kemampuan rudal dan nuklirnya dalam hitungan hari.
Selain itu, daya tahan Iran dalam perang panjang dinilai melampaui kemampuan persediaan rudal pertahanan Israel maupun negara-negara Teluk Arab. Kondisi ini berpotensi menciptakan ketidakseimbangan strategis di kawasan.