Gara-gara Perang Rusia-Ukraina, Tentara Jerman yang Mundur dari Militer Naik 5 Kali Lipat

Ahmad Islamy Jamil
Tentara Jerman ditarik dari Afghanistan setelah bertugas 20 tahun. (Foto: Reuters)

Jubir yang berbicara secara anonim itu juga mengatakan, pascapenghapusan wajib militer di Jerman pada 2011, hanya mereka yang sudah bertugas di Angkatan Bersenjata Jerman dan menolak untuk melanjutkan dinas militer mereka yang dianggap sebagai conchie.

RND, dengan mengutip para conchie, melaporkan,bahwa banyak dari mereka yang memilih berhenti dari militer untuk menghindari potensi keterlibatan dalam konflik Ukraina.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina. 

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Sebagai tanggapan atas agresi militer Rusia itu, negara-negara Barat dan sekutunya menjatuhkan beragam sanksi terhadap Moskow.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

57 tahun lalu

Prabowo Ungkap Pindad Bakal Pasok Senjata Tentara Arab Saudi: Senjata Kita Teruji!

57 tahun lalu

Jerman Terpanggang, Gelombang Panas Tewaskan 5.120 Orang

57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal