Gawat, Calon Presiden Prancis Marine Le Pen Akan Larang Jilbab jika Terpilih

Anton Suhartono
Marine Le Pen (kiri) akan melarang jilbab di tempat umum Prancis jika terpilih jadi presiden (Foto: Reuters)

Pada Jumat kemarin, para kandidat ditanya oleh perempuan berjilbab tentang kebijakan masing-masing tentang penggunaan busana Muslimah. Le Pen tetap mempertahankan kebijakannya yakni melarang. Di sebuah pasar di Pertuis, wilayah Provence-Alpes-Cote d'Azur, Le Pen ditanya seorang perempuan berjilbab mengenai isu itu.

“Ada sejumlah lingkungan di mana perempuan yang tidak memakai jilbab dikucilkan. Mereka diadili, diasingkan karena tidak berjilbab," kata kandidat dari Partai Persatuan Nasional itu.

Namun perempuan itu menjawab dengan tegas," Itu tidak benar, itu tidak benar."

Le Pen mengatakan bahwa mengenakan jilbab di depan umum di Prancis harus dikategorikan sebagai pelanggaran dan pelakunya bisa dihukum denda oleh polisi, seperti layaknya pelanggar aturan lalu lintas.

"Jilbab itu dipakai oleh Islamis," kata Le Pen, dalam wawancara dengan televisi BFM TV.

Jika terpilih, Le Pen bisa memicu kekacauan terbesar dalam sejarah politik modern Prancis. Hasil polling memang menunjukkan Macron masih unggul, namun selisihnya sangat tipis.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Karhutla Kian Tak Terkendali, 250.000 Warga Prancis dan Spanyol Mengungsi

16 hari lalu

Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun

17 hari lalu

Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay

18 hari lalu

Mencekam! Ledakan Guncang Kawasan Dekat Hotel Tempat Menginap Macron di Damaskus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal